Teras, cerminan tampilan isi rumah - Teras merupakan area yang mewakili tampilan rumah dari luar. Teras lah yang pertama kali
terlihat sebelum memasuki sebuah rumah. Teras merupakan ruang peralihan dari
ruang luar menuju ruang dalam atau sebaliknya. Letaknya bisa di depan, di
samping atau di belakang rumah. Fungsinya juga beragam, bergantung dimana
posisi teras berada.
Teras depan berfungsi sebagai ruang tamu kedua, atau bahkan
ruang tamu utama bagi yang tidak memiliki area ruang tamu di dalam rumah. Tamu
yang belum begitu dikenal bisa diterima di teras depan. Selain agar tidak
merasa canggung dan menjaga kesopanan, menerima tamu asing di teras dapat
mencegah hal-hal yang tidak diinginkan soal keamanan.
Teras samping dan sebagian teras belakang bersifat lebih
privat daripada teras depan. Oleh karena itu fungsi utamanya adalah sebagai
tempat bersantai dan berkumpul bagi seluruh anggota keluarga. Bagian yang lain
dari teras belakang adalah sebagai area servis. Teras belakang juga dapat
difungsikan sebagai area cuci dan setrika. Bahkan untuk rumah dengan lahan
sangat terbatas, meja dapur dapat pula diletakkan di teras belakang.
Setelah mengenal jenis-jenis teras di atas, sekarang kita
lihat lebih jauh elemen-elemen pada sebuah teras.
Biasanya teras memiliki atap, tetapi boleh juga bila Anda
memilih untuk mendesain sebagian area teras sebagai area terbuka tanpa atap.
Konsekuensinya, tentu area terbuka tersebut tidak akan dapat dimanfaatkan untuk
beraktivitas pada saat panas terik ataupun hujan. Atap teras bisa menjadi satu
dengan atap utama bangunan ataupun menggunakan tambahan baik berupa atap datar
dengan beton atau atap miring dengan menggunakan konsol.
Desain dan material plafond sebuah teras tentu sangat
tergantung dari pilihan atapnya. Untuk atap dengan beton, Anda tidak perlu
menggunakan plafond tambahan, cukup bagian bawah dak beton tersebut dihaluskan
dengan menggunakan compound. Bila sejak awal memang direncanakan akan
menggunakan atap beton tanpa plafond, alasi proses pengecoran beton
dengan menggunakan multiplek, untuk mendapatkan bagian bawah beton yang
halus. Tidak lupa persiapkan dahulu instalasi kabel untuk untuk lampu teras.
Kolom berfungsi sebagai penyangga atap teras. Kolom inilah
yang biasanya diolah dan didekorasi untuk mendapatkan aspek estetika yang lebih
baik pada sebuah teras. Kolom bisa dilapis dengan batu alam dengan tekstur dan
warna yang diinginkan. Jangan lupa untuk menerapkan desain yang berbeda pada
bagian bawah dan atas kolom yang merupakan pertemuan antara kolom dengan lantai
dan plafond. Untuk memperoleh efek pencahayaan yang menarik di malam hari,
tambahkan lampu pada kolom teras.
Lantai adalah elemen teras yang perlu mendapat perhatian
khusus. Pilihlah keramik yang tidak licin (unpolish) atau bahkan bertekstur,
karena teras adalah area yang sangat mungkin terkena air hujan dan debu jalan.
Keramik dengan tekstur licin (polish) akan lebih mudah terlihat kotor dan licin
bila basah. Jangan lupa berilah kemiringan yang cukup pada lantai teras ke arah
luar supaya air hujan tidak menggenang. Untuk meminimalkan risiko bila terjadi
kecelakaan, gunakan kuku macan yang berbentuk seperempat lingkaran dengan
diameter 2cm, dengan warna yang serasi dengan warna keramik teras.
Pemilihan jenis perabot yang akan ditempatkan pada teras
tentu sangat tergantung dengan jenis aktivitas yang akan direncanakan dilakukan
pada teras tersebut. Perabot yang paling sering digunakan baik di teras depan
atau belakang adalah sepasang kursi dan meja mungil. Supaya tidak terlalu
ramai, bila memerlukan tambahan tempat duduk, gunakan stool dari gerabah yang
tidak terlalu terlihat berbentuk seperti kursi. Apapun jenis perabotnya,
pilihlah perabot yang terbuat dari bahan yang tahan air, kelembaban, dan panas
matahari.
Demikian serba-serbi mengenai teras dan elemen-elemennya.
Jangan sampai salah menata teras ya, karena teras adalah focal point pada
tampilan sebuah rumah




Tidak ada komentar:
Posting Komentar